Notification

×

Iklan

Iklan

Jakarta Darurat Sampah! Pramono Siapkan 3 Pembangkit Listrik Tenaga Sampah

November 03, 2026 Last Updated 2026-11-03T04:21:32Z


 Persoalan sampah di Ibu Kota masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Pasalnya, volume sampah yang dihasilkan masyarakat mencapai sekitar 9.000 ton setiap hari. Untuk mengatasi persoalan tersebut, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyiapkan pembangunan dua hingga tiga Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa).


Rencana pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik tersebut diharapkan dapat mengurangi beban pengelolaan sampah di Jakarta. Selain itu, keberadaan PLTSa juga ditargetkan mampu mengoptimalkan pemanfaatan sampah sebagai sumber energi alternatif.


Pramono menyampaikan rencana tersebut saat menghadiri pertemuan ke-46 Komite Eksekutif CityNet di Pullman, Jakarta Pusat, Selasa (4/11/2026).


Menurutnya, persoalan sampah menjadi salah satu isu penting yang harus segera ditangani oleh Pemprov DKI. Tingginya produksi sampah setiap hari membuat Jakarta membutuhkan sistem pengelolaan yang lebih efektif dan berkelanjutan.


"Tadi juga disampaikan oleh Bapak Menteri bahwa salah satu hal yang menjadi PR buat Jakarta yang mudah-mudahan di era ini segera bisa diselesaikan adalah persoalan sampah," kata Pramono.


Jakarta Hasilkan 9.000 Ton Sampah Setiap Hari


Pramono mengungkapkan bahwa produksi sampah di Jakarta mencapai sekitar 9.000 ton per hari. Jumlah tersebut menjadi tantangan besar bagi pemerintah daerah, terutama dalam hal pengangkutan, pengolahan, hingga pengurangan sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir.


Untuk mengatasi kondisi tersebut, Pemprov DKI berencana menghadirkan dua hingga tiga fasilitas PLTSa. Pembangunan proyek ini akan mengacu pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 yang diterbitkan Presiden.


Pramono berharap pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik tersebut dapat segera direalisasikan.


"Mudah-mudahan di Jakarta akan ada dua pembangkit listrik tenaga sampah atau tiga yang segera dibangun dalam waktu dekat ini," ujarnya.


PLTSa Ditargetkan Olah 7.000 Ton Sampah per Hari


Gubernur DKI Jakarta itu menjelaskan, dua hingga tiga fasilitas PLTSa yang direncanakan membutuhkan pasokan bahan baku sampah sekitar 7.000 ton setiap hari.


Dengan kapasitas pengolahan tersebut, keberadaan PLTSa diharapkan dapat membantu mengurangi volume sampah yang selama ini menjadi beban pengelolaan lingkungan di Jakarta.


Pramono menilai pembangunan fasilitas tersebut dapat membantu menyeimbangkan neraca pengelolaan sampah di Ibu Kota.


"Kalau itu dilakukan, maka neraca sampah di Jakarta juga akan menjadi balance karena dua atau tiga tadi membutuhkan kurang lebih 7.000 ton," jelasnya.


Meski demikian, rencana pembangunan PLTSa tetap membutuhkan perencanaan matang, termasuk kesiapan pasokan sampah dan infrastruktur pendukung agar fasilitas dapat beroperasi secara optimal.


Pemprov DKI Optimalkan RDF Rorotan dan Pemilahan Sampah


Selain mengandalkan pembangunan PLTSa, Pemprov DKI Jakarta juga menyiapkan sejumlah langkah lain untuk mengurangi persoalan sampah.


Salah satunya dengan mengoptimalkan fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) Rorotan. Teknologi RDF memungkinkan sampah yang telah melalui proses pemilahan dan pengolahan dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif.


Pemprov DKI juga terus mendorong masyarakat untuk melakukan pemilahan sampah sejak dari sumbernya, baik di rumah tangga, perkantoran, maupun kawasan usaha.


Upaya tersebut dilakukan melalui penerapan prinsip 3R, yakni Reduce, Reuse, dan Recycle. Prinsip ini mengajak masyarakat mengurangi produksi sampah, menggunakan kembali barang yang masih layak, serta mendaur ulang material yang masih memiliki nilai guna.


" Kemudian kita masih ada RDF Rorotan dan beberapa kegiatan pilah sampah dan juga TPR 3S yang sedang kita galakkan dan mudah-mudahan ini persoalan sampah di Jakarta segera bisa diselesaikan," tuturnya.


Pramono Berharap Masalah Sampah Jakarta Segera Teratasi


Pramono berharap kombinasi pembangunan PLTSa, optimalisasi RDF Rorotan, serta penguatan program pemilahan sampah dapat menjadi solusi jangka panjang bagi persoalan sampah di Jakarta.


Menurutnya, penanganan sampah tidak bisa hanya mengandalkan satu metode. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak terkait agar pengelolaan sampah dapat berjalan lebih efektif.


Dengan produksi sampah yang mencapai ribuan ton setiap hari, Jakarta membutuhkan sistem pengolahan yang mampu menekan volume sampah sekaligus memberikan manfaat ekonomi dan lingkungan.


Pemprov DKI pun berharap berbagai program tersebut dapat memperbaiki sistem pengelolaan sampah di Ibu Kota sehingga persoalan lingkungan yang selama ini menjadi tantangan besar bisa ditangani secara bertahap.(Rhz2797)