Notification

×

Iklan

Iklan

Prabowo Diprediksi Tinggalkan Jokowi dan Pilih PDI-P Usai Dilantik Presiden

Mei 01, 2024 Last Updated 2024-05-01T06:27:13Z


Pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Adi Prayitno memprediksi presiden terpilih 2024-2029 Prabowo Subianto akan memilih PDI-P ketimbang Presiden Joko Widodo.


Adi meyakini hal tersebut bakal terjadi usai Jokowi lengser dan Prabowo resmi dilantik menjadi presiden pada 20 Oktober 2024 mendatang.


"Rasa-rasanya setelah 20 Oktober, Prabowo ini akan jauh memprioritaskan PDI-P ketimbang Jokowi yang sudah tak lagi jadi presiden," ujar Adi dalam program Obrolan Newsroom Kompas.com, Selasa (30/4/2024).


"Tapi per hari ini, saya membaca Prabowo masih cukup menghargai dan menjadikan Jokowi sebagai variabel penting. Karena sampai tanggal 20 saya kira Jokowi masih jadi presiden," sambungnya.


Menurut Adi, ketika Jokowi sudah tidak menjadi sosok penting bagi Prabowo, maka potensi PDI-P bergabung ke pemerintahan terbuka.


Sebaliknya, jika nantinya Jokowi masih ikut campur dalam pemerintahan Prabowo-Gibran, maka PDI-P tidak akan senang untuk ikut berkoalisi.


"Oleh karena itu, setidaknya PDI-P barrier politiknya bagaimana hubungan Prabowo dan Jokowi. Kalau sudah tak baik-baik saja, bukan tidak mungkin PDI-P itu akan jadi bagian dari koalisi," kata Adi.


Maka dari itu, Adi meminta publik melihat apa yang terjadi setelah Jokowi menyerahkan kursi presiden kepada Prabowo pada 20 Oktober 2024 nanti.


Adi meyakini Prabowo pasti akan mengedepankan dukungan yang berlimpah di parlemen.


Dari situ, kata dia, bisa terlihat apakah Jokowi masih dianggap sosok yang penting atau tidak bagi Prabowo.


"Karena kalau mau jujur, Prabowo ini pasti akan bicara ke depan, bagaimana mendapatkan dukungan berlimpah, dukungan politik, dukungan partai solid, sehingga semua keputusan politik bisa berjalan dengan baik," jelasnya.


Adi meyakini, Gerindra dan Prabowo tidak nyaman jika PDI-P berada di luar kekuasaan.


Pasalnya, PDI-P merupakan partai pemenang Pileg 2024 dan pemilik kursi terbanyak di parlemen. Mereka juga berpengalaman sebagai oposisi.


"Mereka bisa kritis dan selalu bisa resisten setiap keputusan politik Prabowo," kata Adi.


"Pasca (Jokowi) tak lagi jadi presiden, Prabowo akan memilih, lebih penting mana antara PDI-P dan Pak Jokowi," imbuhnya.