Notification

×

Iklan

Iklan

Indonesia Resmi Jadi Pendiri Organisasi AI Dunia, Peluang Ekonomi Digital Diprediksi Makin Melejit

Juli 18, 2026 Last Updated 2026-07-18T02:11:39Z

Indonesia kembali mencatatkan langkah penting di panggung internasional dengan menjadi salah satu negara pendiri World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO), organisasi global yang berfokus pada kerja sama pengembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).


Keikutsertaan ini tidak hanya memperkuat posisi Indonesia dalam perkembangan teknologi dunia, tetapi juga membuka peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi digital nasional, peningkatan investasi, hingga penyusunan kebijakan AI di tingkat global.


Indonesia Tak Lagi Sekadar Pengguna AI


Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa status Indonesia sebagai anggota pendiri WAICO memberikan kesempatan strategis untuk ikut menentukan arah pengembangan teknologi AI dunia.


Menurutnya, Indonesia kini memiliki ruang lebih besar untuk berpartisipasi dalam penyusunan tata kelola AI global, berbagi pengalaman dengan negara lain, sekaligus memastikan pemanfaatan kecerdasan buatan berjalan sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) yang dicanangkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).


Airlangga menyebut kolaborasi internasional menjadi kunci agar perkembangan AI dapat memberikan manfaat yang merata bagi seluruh negara, termasuk negara berkembang seperti Indonesia.


Potensi Ekonomi Digital Indonesia Diprediksi Tembus US$600 Miliar


Selain memperkuat posisi diplomasi teknologi, pemerintah juga melihat AI sebagai mesin pertumbuhan ekonomi baru.


Airlangga mengungkapkan bahwa nilai ekonomi digital Indonesia saat ini telah mencapai sekitar US$130 miliar. Angka tersebut diproyeksikan meningkat menjadi US$366 miliar pada 2030.


Bahkan, melalui kerja sama regional dan internasional, khususnya lewat Digital Economy Framework Agreement (DEFA) di kawasan ASEAN, potensi ekonomi digital Indonesia diperkirakan bisa mencapai US$600 miliar.


Sementara itu, ekonomi digital ASEAN secara keseluruhan juga diprediksi melonjak dari sekitar US$1 triliun menjadi US$2 triliun dalam beberapa tahun mendatang.


Indonesia Ikut Menentukan Aturan AI Global


Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo menilai keikutsertaan Indonesia dalam WAICO memiliki makna strategis karena Indonesia tidak hanya menjadi pasar teknologi AI, tetapi juga ikut menyusun regulasi dan tata kelola internasional.


Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan bahwa Indonesia kini berperan aktif dalam membangun ekosistem AI global yang lebih adil, terbuka, dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat dunia.


WAICO Didirikan oleh Sekitar 30 Negara


Deklarasi pembentukan WAICO ditandatangani oleh Menko Airlangga bersama perwakilan dari sekitar 30 negara.


Negara-negara pendiri organisasi tersebut antara lain Aljazair, Belarus, Brasil, Kamboja, Kamerun, Kongo, Kuba, Ethiopia, Indonesia, Kazakhstan, Kenya, Kirgistan, Laos, Lesotho, Malaysia, Mozambik, Myanmar, Nikaragua, Oman, Pakistan, Rusia, Senegal, Serbia, Afrika Selatan, Tajikistan, Uzbekistan, Venezuela, Zambia, serta China.


WAICO merupakan organisasi internasional independen antar-pemerintah yang berfokus pada pengembangan dan kerja sama kecerdasan buatan di sektor sipil. Organisasi ini mengedepankan prinsip inklusif, non-diskriminatif, serta mendorong kolaborasi lintas negara dalam pemanfaatan AI.


Langkah Strategis untuk Masa Depan Indonesia


Pemerintah menilai kehadiran Indonesia sebagai Founding Member WAICO menjadi momentum penting untuk memastikan pengembangan AI dunia tetap mengutamakan pendekatan yang berpusat pada manusia (human-centric).


Dengan posisi tersebut, Indonesia diharapkan mampu memperjuangkan kepentingan negara berkembang dalam pemanfaatan teknologi AI, mempercepat transformasi digital nasional, serta menciptakan peluang ekonomi yang lebih besar di masa depan.


Keanggotaan sebagai pendiri WAICO juga menjadi sinyal bahwa Indonesia ingin tampil sebagai salah satu pemain penting dalam ekosistem kecerdasan buatan global, bukan sekadar mengikuti perkembangan teknologi yang dibentuk oleh negara lain.(Rhz2797)