Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan Kapten Tendean, Jakarta Selatan, mulai dibongkar pada Selasa (14/7/2026) setelah mengalami kerusakan parah akibat ditabrak truk pengangkut alat berat. Demi menjaga keselamatan pengguna jalan, arus lalu lintas menuju kawasan Blok M untuk sementara dialihkan.
Proses pembongkaran dilakukan setelah kondisi JPO dinilai membahayakan karena struktur bangunannya nyaris roboh akibat benturan keras yang terjadi pada dini hari.
Lalu Lintas Menuju Blok M Ditutup Sementara
Pantauan di lokasi menunjukkan rekayasa lalu lintas mulai diberlakukan sekitar pukul 10.50 WIB. Seluruh kendaraan dari Jalan Kapten Tendean yang mengarah ke Blok M tidak lagi diperbolehkan melintas.
Tak lama kemudian, sejumlah kendaraan operasional dan alat berat tiba di lokasi untuk memulai proses pembongkaran JPO yang rusak.
Sementara itu, arus kendaraan dari arah Tendean menuju Pancoran masih dapat digunakan, meski kepadatan lalu lintas sempat terjadi akibat penyempitan jalur.
Bina Marga Prioritaskan Pembongkaran
Kepala Suku Dinas Bina Marga Jakarta Selatan, Rifki Rismal, mengatakan langkah pertama yang dilakukan adalah membongkar JPO demi menghindari risiko yang lebih besar bagi pengguna jalan.
Menurutnya, pembongkaran menjadi solusi paling aman mengingat kondisi konstruksi jembatan sudah tidak layak digunakan setelah mengalami benturan.
Rekayasa Arus Kendaraan dari Berbagai Arah
Satlantas Polres Metro Jakarta Selatan menerapkan sejumlah pengalihan arus selama proses pembongkaran berlangsung.
Kendaraan dari arah timur yang hendak menuju flyover Tendean dialihkan melalui kawasan Mampang. Sementara kendaraan dari arah Warung Buncit diarahkan masuk ke underpass hingga menuju Traffic Light Kuningan sebelum melanjutkan perjalanan ke Jalan Gatot Subroto.
Selain itu, kendaraan dari arah Tegal Parang yang biasanya menuju Santa maupun Blok M juga dialihkan melalui Jalan Mampang sesuai rekayasa lalu lintas yang telah disiapkan petugas.
Pengendara diimbau mengikuti arahan petugas di lapangan serta memilih jalur alternatif untuk menghindari kepadatan selama proses evakuasi berlangsung.
Berawal dari Truk Pengangkut Alat Berat
Insiden terjadi pada Selasa dini hari sekitar pukul 00.30 WIB ketika sebuah truk towing yang membawa alat berat melintas di Jalan Kapten Tendean.
Diduga sopir tidak memperhitungkan tinggi muatan sehingga alat berat yang dibawa menghantam bagian bawah JPO. Benturan tersebut menyebabkan struktur jembatan bergeser dan nyaris roboh.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menyebut kecelakaan diduga terjadi akibat kelalaian pengemudi dalam memperhitungkan batas maksimal ketinggian kendaraan.
Masyarakat Diminta Hindari Lokasi
Selama proses pembongkaran dan penanganan berlangsung, masyarakat diimbau menghindari ruas Jalan Kapten Tendean menuju Blok M apabila tidak memiliki kepentingan mendesak.
Pemerintah bersama kepolisian akan terus memantau situasi lalu lintas hingga proses pembongkaran selesai dan kondisi jalan dinyatakan kembali aman untuk dilalui kendaraan.(Rhz2797)
